Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses assembling ( perakitan ) dan sanding ( amplas ).
Di industri furniture proses assembling dan sanding sangat menentukan bentuk barang dan kerapian ,kehalusan dan keindahan produk. Untuk itu kita perlu berhati-hati dalam pengerjaannya dan harus memperhatikan tehnik yang benar. Kalau kita hanya memburu selesai dan tanpa memperhatikan hal tersebut akan fatal akibatnya.Dalam pengalaman saya sebagai karyawan di sebuah pabrik industri furniture yang sudah kita jalani maka kami beranikan menulis beberapa hal yang biasa kami temukan kejadian dan solusinya.
Yang harus kita jadikan tips supaya proses assembling dan sanding lebih baik antara lain :
1. Proses Assembling
Pada proses ini kita siapkan komponen yang dirakitkan sudah disettingkan dan kita cek penempat-
an posisi atau letak menghindari sisi jelek komponen tampak, sehingga kelihatan warna sama, serat
atau maching atau seragam.Kita harus pinter-pinter penempatan posisi komponen yang mau dirakit
dengan acuan barang jadi sample atau gambar.
Penggunaan lem harus pada porsinya ,karena kekuatan kayu rakitan pada lem dan tolong dicek jika
kita gunakan yang campuran sesuai takeran /ukurannya.Untuk pada barang jadi yang natural pakai
double lem yaitu dalam pakai foxy dan tampak luar atau yang lem keluar pakai lem putih sehingga
tidak akan nampak garis hitam atau kita bisa pakai lem PU yang tanpa campuran.Tentunya semua
itu ada kelebihan dan kekurangannya.Pada waktu perakitan kita lihat apakah sudah benar rapat
pada waktu kita press sebelum kita matikan sambungan tersebut dengan skrew atau dowel.
Kita juga harus memposisikan komponen sesuai benar dengan kontruksi yang diminta ,dimensi
luar ,kerapian penempatan hardware dan nut / celah untuk semua harus di bawah 7 mm dan di atas
12 mm sesuai dengan standart internasional QC.
2. Proses Sanding atau Pengamplasan
Pada proses ini kita harus perhatikan tujuan kita amplas untuk natural atau finishing yang punya
batas kehalusan yang berbeda. Pada natural kita masih bisa revisi ulang tapi pada finising warna
akan dua kali kerja dan pemborosan material finishing.
Proses penghalusan degan amplas ada urutan dari grit kertas amplasnya.Dari tingkat kasar p80
hingga p400 halus pada furniture kayu.Kita tidak seenaknya urutan yang akan merusak serat kayu
yang kita tetap urutkan dari 80-100-180-hingga 400.Perbedaan pasir besi pada kertas amplas dari
nomor kecil butiran pasir besar dan serat kayu goresan lebih tajam dan dalam serta menghilangkan
cowekan atau lubang kayu yang agak dalam bekas gerinda atau planner kayu.
Penting sekali kita melihat arah serat pada pengamplasan yaitu kita mengikuti arah serat tersebut.
Jika kita melawan arah akan nampak sekali goresan -goresan pasir amplas.
Demikian yang bisa kita sampaikan pada artikel kali ini semoga bisa bermanfaat untuk mesin yang
diperlukan pada proses assembling dan amplas bisa dikondisikan pada kesiapan industri masing-masing.Yang kita tulis dari pengalaman pribadi saya kerja diindustri meubel selama ini,ada hal yang
kurang berkenan atau perlu informasi yang lebih bisa hubungi atau komentari saya.
Thursday, December 7, 2017
Wednesday, December 6, 2017
TIPS MENGHINDARI KESALAHAN DALAM PROSES PRODUKSI DI INDUSTRI FURNITURE
Menghindari kesalahan proses dalam industri furniture .
Dalam perjalanan sebuah proses produksi di industri furniture maka kita perlu kesiapan yang benar dan matang.Kesalahan dalam proses di industri furniture kayu bisa fatal akibatnya karena harga kayu yang sudah melambung tinggi terutama jenis kayu jati,mahoni dan lainya.Semua itu akan berpengaruh dengan standart kualitas dari pelanggan atau pembeli,yang mana di dunia meubel sekarang sudah banyak orang kenal kualitas produk.
Hal yang harus kita ketahui dan merupakan tips kita dalam proses di industri furniture kayu :
1. Bagian Pembahanan.
Disiapkan draf list atau gambar yang sudah valid untuk ukuran kotor/RST dan ukuran bersih/GF.
lihat toeransi panjang,lebar dan tebal yaitu 2 cm,3-5 mm dan 3-5mm semua untuk menghindari
penyusutan pada KD/Klin dry untuk panjang toleransi pada pembuatan pen/sunduk dengan mesin
tenon dan potongan kemiringan.
Juga kita buat mall untuk posisi lengkung harus kita bedakan untuk bahan kayu jati dari kayu
rakyat dengan perhutani.Tentunya penyusutan lebih banyak pada kayu rakyat karena kadar air
tinggi.Hati-hati pada waktu motong band saw harus diluar garis pencil pada mall.
Titik fokus pada KD/klin dry kekeringan mc 9-14 standart internasional,diperkirakan kayu sudah
stabil.
2. Proses Mesin milling
Perhatikan gambar,sample dan sediakan patron komponen yang sudah benar yang teridentitas
atau ada tanda khusus sebagai acuan produksi.Cek hal kecil seperti kesiapan mesin dan pisaunya
sebelum kita pakai.Kalau kita gunakan mesin CNC mungkin tinggal penempatan pisau yang se-
suai urutan proses.Yang banyak kita bicarakan penggunaan mesin yang masihmanual atau seder-
hana,perlu penyetelan dan penempatan yang tepat.Yang penting kita perhatikan untuk selalu me-
coba pada proses satu komponen dengan pasangan yang berkaitan atau kita cek dengan gambar
atau sample.Jika sudah sesuai baru kita jalankan untuk proses massal.Setting kanan,kiri atas dan
bawah atau samping perlu di tandai sehingga kayu bisa dioptimalkan kualitasnya.Jika ada sesuatu
yang meragukan atau kejanggalan pada waktu proses harus dikonfirmasikan jangan sekali-kali
untuk memutuskan sendiri.
Demikian untuk tips proses pada pada pembahanan dan milling yang perlu diperhatikan agar nantinya tidak terjadi kesalahan yang membuat afkir kayu komponennya.Untuk proses selanjutnya
bisa kita berjumpa pada artikel yang lain dari blog saya . Trimakasih atas perhatiannya pada artikel ini.
Dalam perjalanan sebuah proses produksi di industri furniture maka kita perlu kesiapan yang benar dan matang.Kesalahan dalam proses di industri furniture kayu bisa fatal akibatnya karena harga kayu yang sudah melambung tinggi terutama jenis kayu jati,mahoni dan lainya.Semua itu akan berpengaruh dengan standart kualitas dari pelanggan atau pembeli,yang mana di dunia meubel sekarang sudah banyak orang kenal kualitas produk.
Hal yang harus kita ketahui dan merupakan tips kita dalam proses di industri furniture kayu :
1. Bagian Pembahanan.
Disiapkan draf list atau gambar yang sudah valid untuk ukuran kotor/RST dan ukuran bersih/GF.
lihat toeransi panjang,lebar dan tebal yaitu 2 cm,3-5 mm dan 3-5mm semua untuk menghindari
penyusutan pada KD/Klin dry untuk panjang toleransi pada pembuatan pen/sunduk dengan mesin
tenon dan potongan kemiringan.
Juga kita buat mall untuk posisi lengkung harus kita bedakan untuk bahan kayu jati dari kayu
rakyat dengan perhutani.Tentunya penyusutan lebih banyak pada kayu rakyat karena kadar air
tinggi.Hati-hati pada waktu motong band saw harus diluar garis pencil pada mall.
Titik fokus pada KD/klin dry kekeringan mc 9-14 standart internasional,diperkirakan kayu sudah
stabil.
2. Proses Mesin milling
Perhatikan gambar,sample dan sediakan patron komponen yang sudah benar yang teridentitas
atau ada tanda khusus sebagai acuan produksi.Cek hal kecil seperti kesiapan mesin dan pisaunya
sebelum kita pakai.Kalau kita gunakan mesin CNC mungkin tinggal penempatan pisau yang se-
suai urutan proses.Yang banyak kita bicarakan penggunaan mesin yang masihmanual atau seder-
hana,perlu penyetelan dan penempatan yang tepat.Yang penting kita perhatikan untuk selalu me-
coba pada proses satu komponen dengan pasangan yang berkaitan atau kita cek dengan gambar
atau sample.Jika sudah sesuai baru kita jalankan untuk proses massal.Setting kanan,kiri atas dan
bawah atau samping perlu di tandai sehingga kayu bisa dioptimalkan kualitasnya.Jika ada sesuatu
yang meragukan atau kejanggalan pada waktu proses harus dikonfirmasikan jangan sekali-kali
untuk memutuskan sendiri.
Demikian untuk tips proses pada pada pembahanan dan milling yang perlu diperhatikan agar nantinya tidak terjadi kesalahan yang membuat afkir kayu komponennya.Untuk proses selanjutnya
bisa kita berjumpa pada artikel yang lain dari blog saya . Trimakasih atas perhatiannya pada artikel ini.
Tuesday, December 5, 2017
PROSEDUR PENGENDALIAN SISTEM DOKUMENTASI PADA INDUSTRI FURNITURE
Prosedur pengendalian sistem dokumentasi pada industri furniture meliputi dari :
1.Pendataan terhadap semua dokumen yang berkaitan dengan penerapan sistem administrasi ,pendataan dimonitor,disimpan secara teratur dan tertib.
2. Pendistribusian informasi dalam bentuk manual dan file data di komputer bagian yang terkait secara rutin dan terpantau.
3. Semua dokumen harus terarsip dengan baik meliputi :
- PO order dari customer.
- Purchasing order kayu
- Bon /faktur pembelian kayu
- Surat Keterangan Sah Hasil Hutan Kayu
- Dokumen terkait pelacakan order
- Stock barang jadi
- Stock bahan baku
- Rekapan pembelian kayu ( bulanan,tahunan )
- Rekapan pemakaian kayu ( bulanan,tahunan )
- Invoice dan packing list
- dokumen gambar - gambar prosesing
- Dokumen penerapan setiap bagian
4. Back up semua data baik secara manual ataupun komputerisasi ,bentuk copyan atau hard/soft copy.
Prosedur sistem dokumentasi harus diikuti setiap pelayannan pada bagian berkaitan :
1. Prosedur Marketing
2. Posedur PPIC
3. Prosedur Perhitungan Rendemen Kayu
4. Prosedur pembelian log
5. Prosedur penerimaan log
6. Prosedur pembelahan log
7. Prosedur Pemakaian papan
8. Prosedur Pembahanan
9. Prosedur Pengeringan / klin Dry
10.Prosedur milling dan gudang komponen
11. Prosedur Assembling
12. Prosedur Sanding/ amplas
13. Prosedur Packing
14. Prosedur Penjualan danPengiriman
Dari sekian prosedur sudah ada sistem dokumentasi yang berkaitan dengan bagian lain terutama proses yang kelanjutannya.Formulir pendukungnya bisa disesuaikan dengan kondisi dimana perusahaan di jalankan.tidak kalah pentingnya informasi secara lisan untuk lebih cepat komunikasi berjalan atau tidak usah menunggu.
Prosedur tersebut semua harus dijalankan untuk pembuktian kejujuran proses produksi berlangsung.
Pada dasarnya juga akan memberikan layanan informasi dari pelanggan baik yang sudah berlangsung atau sedang berlangsung ataupun informsi estimasi yang akan datang yang lebih mendekati realisasinya. Demikian yang bisa kita tulis mohon artikel ini bermanfaat bagi teman semua apalagi yang sama menjalani bekerja ataupun berusaha di industri furniture paling tidak sebagai pertimbangan atau pembanding dari usaha yang sudah berjalan.
1.Pendataan terhadap semua dokumen yang berkaitan dengan penerapan sistem administrasi ,pendataan dimonitor,disimpan secara teratur dan tertib.
2. Pendistribusian informasi dalam bentuk manual dan file data di komputer bagian yang terkait secara rutin dan terpantau.
3. Semua dokumen harus terarsip dengan baik meliputi :
- PO order dari customer.
- Purchasing order kayu
- Bon /faktur pembelian kayu
- Surat Keterangan Sah Hasil Hutan Kayu
- Dokumen terkait pelacakan order
- Stock barang jadi
- Stock bahan baku
- Rekapan pembelian kayu ( bulanan,tahunan )
- Rekapan pemakaian kayu ( bulanan,tahunan )
- Invoice dan packing list
- dokumen gambar - gambar prosesing
- Dokumen penerapan setiap bagian
4. Back up semua data baik secara manual ataupun komputerisasi ,bentuk copyan atau hard/soft copy.
Prosedur sistem dokumentasi harus diikuti setiap pelayannan pada bagian berkaitan :
1. Prosedur Marketing
2. Posedur PPIC
3. Prosedur Perhitungan Rendemen Kayu
4. Prosedur pembelian log
5. Prosedur penerimaan log
6. Prosedur pembelahan log
7. Prosedur Pemakaian papan
8. Prosedur Pembahanan
9. Prosedur Pengeringan / klin Dry
10.Prosedur milling dan gudang komponen
11. Prosedur Assembling
12. Prosedur Sanding/ amplas
13. Prosedur Packing
14. Prosedur Penjualan danPengiriman
Dari sekian prosedur sudah ada sistem dokumentasi yang berkaitan dengan bagian lain terutama proses yang kelanjutannya.Formulir pendukungnya bisa disesuaikan dengan kondisi dimana perusahaan di jalankan.tidak kalah pentingnya informasi secara lisan untuk lebih cepat komunikasi berjalan atau tidak usah menunggu.
Prosedur tersebut semua harus dijalankan untuk pembuktian kejujuran proses produksi berlangsung.
Pada dasarnya juga akan memberikan layanan informasi dari pelanggan baik yang sudah berlangsung atau sedang berlangsung ataupun informsi estimasi yang akan datang yang lebih mendekati realisasinya. Demikian yang bisa kita tulis mohon artikel ini bermanfaat bagi teman semua apalagi yang sama menjalani bekerja ataupun berusaha di industri furniture paling tidak sebagai pertimbangan atau pembanding dari usaha yang sudah berjalan.
Monday, December 4, 2017
SISTEM ADMINISTRASI PROSES PRODUKSI MILLING DI INDUSTRI FURNITURE
Sistem administrasi dalam industri furniture dari perusahaanyang sudah kita jalankan dibedakan menjadi :
1.Administrasi secara manual.
2.Administrasi secara komputerisasi.
Kita akan jelaskan kenapa saya membedakan menjadi manual dan komputerisasi.Kalau di tempat saya bekerja memang saya tekankan manual tetap berjalan dan dengan sistem manual perjalanan data akan lebih cepat diketahui tanpa menunggu laporan yang harus berkaitan proses,apalagi yang pakai sistem data program di komputer.Pemegang data akan lebih hafal dan tahu apa yang mereka pegang dan lebih cepat dalam mengikuti jalan proses produksi dan siap menyajikan informasi secara langsung di tengah lapangan .
Tetapi juga kita tidak lepas dengan data lewat komputer untuk penyajian transfer informasi sampai ke luar perusahaan atau lebih rapi dalam penyajiannya untuk report ke bagian atasan.
Keduanya juga saling berkaitan dalam mempertahankan informasi yang berjalan di lapangan proses produksi , juga kami kadang mengkombinasikan akan keduanya.
Apa saja yang dibutuhkan dalam mengikuti proses produksi secara data dan administrasi.Kita harus mulai dengan alur produksi dan administrasinya kurang lebih seperti ini :
Terima Komponen Klin dry ----Monitoring mill (S4S,spindle )--Terima/pengembalian QC komponen ---Monitoring mill setelah QC/Proses sanding,tenon ,mortizer,boor,dll -Pengiriman komponen trnsit di gudang komponen ---Monitoring gudang--setting komponen-terima dan pengembalian dan permintaan komponen kekurangan--Proses perakitan/pengiriman ke assembling--Monitoring assembling dan selanjutnya barang jadi dan proses kelanjutannya.
Dalam setiap tahap kita ikuti dengan form tanda terima barang setiap kita transaksi dari itu kita bisa mengisi setiap monitoring baik secara manual ataupun komputer.
Kita biasa monitoring dari order yang kita jalankan dan dari pembahanan sudah memberikan kode dari setiap order yang di jalankan,untuk mempermudah persepsi sampai ke keuangan dalam menyambungkan ke akutansi data.
Dalam setiap komponen yang jalan sesuai kebutuhan order dijelaskan dengan kartu palet/kartu tanda identitas dari komponen tersebut dan disertai dengan tanda tangan setiap operator yang proses komponen tersebut secara bergantian dan menuliskan jumlah / hitungan sebagai tanda terima dan tanggung jawab nya.Di dalam monitorng produksi tertera data yang menunjukkan urutan bagian proses dan tanggal penunjuk setiap transaksi ,estimasi produksi dari order tersebut dan penjelasan proses yang lain.Setiap monitoring di setiap bagian menyajikan informasi transaksi dari bagian sebelumnya dan bagian selanjutnya ( MILL 1,MILL 2, GUDANG KOMPONEN, ASSEMBLING, SANDING DAN GUDANG BARANG JADI ).Setiap transaksi ada tanda terima /bukti yang ada tanda tangan kedua bagian juga Qc yang mengikuti di setiap proses.Semuanya informasi tembus pada laporan di data komputer dari setiap transaksi yang rangkap data penulisannya.
Kita bisa buat sesuai dengan situasi dan kondisi di industri masing-masing yang umumnya seperti yang diurakan di atas .Begitulah yang bisa kita sampaikan bisa kita lanjutkan pada penyajian artikel lain dan jika kita perlukan info lain atau contoh form yang ada bisa hubungi atau ketemu lagi dalam blog haryanto mndr. Trima kasih.
1.Administrasi secara manual.
2.Administrasi secara komputerisasi.
Kita akan jelaskan kenapa saya membedakan menjadi manual dan komputerisasi.Kalau di tempat saya bekerja memang saya tekankan manual tetap berjalan dan dengan sistem manual perjalanan data akan lebih cepat diketahui tanpa menunggu laporan yang harus berkaitan proses,apalagi yang pakai sistem data program di komputer.Pemegang data akan lebih hafal dan tahu apa yang mereka pegang dan lebih cepat dalam mengikuti jalan proses produksi dan siap menyajikan informasi secara langsung di tengah lapangan .
Tetapi juga kita tidak lepas dengan data lewat komputer untuk penyajian transfer informasi sampai ke luar perusahaan atau lebih rapi dalam penyajiannya untuk report ke bagian atasan.
Keduanya juga saling berkaitan dalam mempertahankan informasi yang berjalan di lapangan proses produksi , juga kami kadang mengkombinasikan akan keduanya.
Apa saja yang dibutuhkan dalam mengikuti proses produksi secara data dan administrasi.Kita harus mulai dengan alur produksi dan administrasinya kurang lebih seperti ini :
Terima Komponen Klin dry ----Monitoring mill (S4S,spindle )--Terima/pengembalian QC komponen ---Monitoring mill setelah QC/Proses sanding,tenon ,mortizer,boor,dll -Pengiriman komponen trnsit di gudang komponen ---Monitoring gudang--setting komponen-terima dan pengembalian dan permintaan komponen kekurangan--Proses perakitan/pengiriman ke assembling--Monitoring assembling dan selanjutnya barang jadi dan proses kelanjutannya.
Dalam setiap tahap kita ikuti dengan form tanda terima barang setiap kita transaksi dari itu kita bisa mengisi setiap monitoring baik secara manual ataupun komputer.
Kita biasa monitoring dari order yang kita jalankan dan dari pembahanan sudah memberikan kode dari setiap order yang di jalankan,untuk mempermudah persepsi sampai ke keuangan dalam menyambungkan ke akutansi data.
Dalam setiap komponen yang jalan sesuai kebutuhan order dijelaskan dengan kartu palet/kartu tanda identitas dari komponen tersebut dan disertai dengan tanda tangan setiap operator yang proses komponen tersebut secara bergantian dan menuliskan jumlah / hitungan sebagai tanda terima dan tanggung jawab nya.Di dalam monitorng produksi tertera data yang menunjukkan urutan bagian proses dan tanggal penunjuk setiap transaksi ,estimasi produksi dari order tersebut dan penjelasan proses yang lain.Setiap monitoring di setiap bagian menyajikan informasi transaksi dari bagian sebelumnya dan bagian selanjutnya ( MILL 1,MILL 2, GUDANG KOMPONEN, ASSEMBLING, SANDING DAN GUDANG BARANG JADI ).Setiap transaksi ada tanda terima /bukti yang ada tanda tangan kedua bagian juga Qc yang mengikuti di setiap proses.Semuanya informasi tembus pada laporan di data komputer dari setiap transaksi yang rangkap data penulisannya.
Kita bisa buat sesuai dengan situasi dan kondisi di industri masing-masing yang umumnya seperti yang diurakan di atas .Begitulah yang bisa kita sampaikan bisa kita lanjutkan pada penyajian artikel lain dan jika kita perlukan info lain atau contoh form yang ada bisa hubungi atau ketemu lagi dalam blog haryanto mndr. Trima kasih.
Sunday, December 3, 2017
INDUSTRI FURNITURE BERORENTASI PADA KELESTARIAN LINGKUNGAN
INDUSTRI FURNITURE DENGAN BAHAN BAKU DAN SISTEM MANAJEMEN YANG BERORENTASI PADA KELESTARIAN LINGKUNGAN.
Perusahan furniture yang berorentasi pada pasar lokal dan ekspor harus menjaga kelestarian lingkungan sehingga memberikan kenyamanan dan kepuasan pada pelanggan.Seiring dengan prinsip usaha " green business " dan "green product " maka kita akan menggunakan bahan baku dan sistem managemen yang berorentasi pada kelestarian lingkungan.Di Indonesia sudah ada CoC atau SVLK TFTdan FSC atau vervikasi legalitas yang lain, sepua pada prinsipnya program sertifikasi yang diaplikasikan pada industri hasil hutan dan mendistribusikannya dari hasil pengolahan hasil hutan Indonesia yang bisa dibuktikan secara legalitas kayu dan dapat ditelusuri asal usulya.
Sistem legalitas atau lacak balak kayu dalam industri furniture bertujuan antara lain :
1. Membangun suatu alat verivikasi legalitas yang kredibel,efisien dan pembagian atau pendestribusian dan satu upaya untuk menghilangkan pembalakan kayu secara liar.
2. Memperbaiki tata kepemerintahan (goverment ) kehutanan dan meningkatkan daya saing produk kayu hutan.
3. Mereduksi praktek illegal logging dan illegal trading .
4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat .
Dalam industri kayu yang menggunakan sistem tersebut akan kita buktikan dengan cara produksi,asal kayu dari hutan yang bisa ditelusuri dan dari hutan yang lestari, juga ada sertifikasi yang legal.
Semua akan diketahui dari kebenaran asal usul kayu,ijin,penebangan,sistem dan prosedur administrasi,dokumen angkutan, pengolahan ,perdagangan dan memenuhi persyaratan legal yang berlaku.Semua akan terbukti sah dan sistem administrasi produksi dan penjualan yang relevan dan terbukti signifikan dan kebenarannya.
Semua industri dengan orentasi kelestarian lingkungan memberikan dampak positif pada penjual dan pembeli produk.Perusahaan juga terorganisir dengan sitematik dan teratur dan terjamin akan kesejahteraan para sdmnya.Prosedur proses akan berjalan sesuai dengan mengacu kualitas dan kuantitas produk yang terjamin mutunya.Pendokumentasikan setiap proses akan berjalan sebagai pengantar pembuktian produk yang sesuai standart.Demikian yang bisa kita sampaikan selamat berjumpa dengan artikel blog saya tentang industri furniture.Trima kasih.
Perusahan furniture yang berorentasi pada pasar lokal dan ekspor harus menjaga kelestarian lingkungan sehingga memberikan kenyamanan dan kepuasan pada pelanggan.Seiring dengan prinsip usaha " green business " dan "green product " maka kita akan menggunakan bahan baku dan sistem managemen yang berorentasi pada kelestarian lingkungan.Di Indonesia sudah ada CoC atau SVLK TFTdan FSC atau vervikasi legalitas yang lain, sepua pada prinsipnya program sertifikasi yang diaplikasikan pada industri hasil hutan dan mendistribusikannya dari hasil pengolahan hasil hutan Indonesia yang bisa dibuktikan secara legalitas kayu dan dapat ditelusuri asal usulya.
Sistem legalitas atau lacak balak kayu dalam industri furniture bertujuan antara lain :
1. Membangun suatu alat verivikasi legalitas yang kredibel,efisien dan pembagian atau pendestribusian dan satu upaya untuk menghilangkan pembalakan kayu secara liar.
2. Memperbaiki tata kepemerintahan (goverment ) kehutanan dan meningkatkan daya saing produk kayu hutan.
3. Mereduksi praktek illegal logging dan illegal trading .
4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat .
Dalam industri kayu yang menggunakan sistem tersebut akan kita buktikan dengan cara produksi,asal kayu dari hutan yang bisa ditelusuri dan dari hutan yang lestari, juga ada sertifikasi yang legal.
Semua akan diketahui dari kebenaran asal usul kayu,ijin,penebangan,sistem dan prosedur administrasi,dokumen angkutan, pengolahan ,perdagangan dan memenuhi persyaratan legal yang berlaku.Semua akan terbukti sah dan sistem administrasi produksi dan penjualan yang relevan dan terbukti signifikan dan kebenarannya.
Semua industri dengan orentasi kelestarian lingkungan memberikan dampak positif pada penjual dan pembeli produk.Perusahaan juga terorganisir dengan sitematik dan teratur dan terjamin akan kesejahteraan para sdmnya.Prosedur proses akan berjalan sesuai dengan mengacu kualitas dan kuantitas produk yang terjamin mutunya.Pendokumentasikan setiap proses akan berjalan sebagai pengantar pembuktian produk yang sesuai standart.Demikian yang bisa kita sampaikan selamat berjumpa dengan artikel blog saya tentang industri furniture.Trima kasih.
Tuesday, November 28, 2017
PROSEDUR QUALITY CONTROL ( INSPEKSI ) DI INDUSTRI FURNITURE
PROSEDUR QUALITY CONTROL /INSPEKSI PADA INDUSTRI MEUBEL.
Prosedur ini dibuat dengan tujuan untuk menstandartkan pelaksanaan inspeksi atau pengecekan yang sesuai dengan persyaratan dari pelanggan atau pembeli.Prosedur dibuat juga untuk memberi rasa kepercayaan dan kepuasan pelanggan.
Dengan adanya prosedur ini maka kita akan bisa menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan inspeksi yang mengarah kepada hasil produksi yang lebih baik.Tanggung jawab ini diberikan kepada para quality control /QC pada khususnya dan produksi pada umumnya.
Adapun prosedurnya antara lain :
1.Bagian Quality Control melakukan inspeksi produk dengan ketentuan sebagai berikut ;
1.Kualitas kayu : cek kelembaban ,keseragaman, jenis kayu (kayu putih,doreng ,alur minyak dan jenis mata kayu )
2. Kontruksi : Bentuk kontruksi,kerapian,kebersihan ,sistem assembling dan lainnya.
3. Dimensi : Ukuran secara umum dan detail sesuai patron atau sample.
4. Finishing : hasil amplasan,finishing,kehalusan ,kebersihan,keindahan,dan warna.
5. Spare part : Spare part kuningan,stenlis, kayu,dan assesoris lainnya.
6. Final check : Cek keseluruhan kayu,kontruksi ,finishing,intruksi assembling ,packing
7. Packaging : Print pada box,ukuran,gambar, cara membungkus dan kelengkapannya.
2. Bagian quality control memberikan tulisan status inspeksi pada produk ok dan tidaknya atau dengan persyaratan lain untuk informasi prosesselanjutnya.
3. Bagian quality control mencatat hasil inspeksi yang telah dilakukan dengan menandai atau tanda tangan sebagai pertanggung jawaban.
4. Bagian quality control memberikan laporan kepada atasan atas hasil inspeksi.
Demikian prosedur yang harus dilakukan dalam inspeksi di industri kayu dengan tidak melupakan form yang sesuai baik kartu inspeksi atau hasil inspeksi.Semua mengkondisikan pada tempat kita bekerja ,yang tentunya prosedur tersebut kita ambil pada umumnya .
Semoga tulisan ini bermaanfaat dan anda bisa menengok pada posting yang lain di blog saya.
Prosedur ini dibuat dengan tujuan untuk menstandartkan pelaksanaan inspeksi atau pengecekan yang sesuai dengan persyaratan dari pelanggan atau pembeli.Prosedur dibuat juga untuk memberi rasa kepercayaan dan kepuasan pelanggan.
Dengan adanya prosedur ini maka kita akan bisa menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan inspeksi yang mengarah kepada hasil produksi yang lebih baik.Tanggung jawab ini diberikan kepada para quality control /QC pada khususnya dan produksi pada umumnya.
Adapun prosedurnya antara lain :
1.Bagian Quality Control melakukan inspeksi produk dengan ketentuan sebagai berikut ;
1.Kualitas kayu : cek kelembaban ,keseragaman, jenis kayu (kayu putih,doreng ,alur minyak dan jenis mata kayu )
2. Kontruksi : Bentuk kontruksi,kerapian,kebersihan ,sistem assembling dan lainnya.
3. Dimensi : Ukuran secara umum dan detail sesuai patron atau sample.
4. Finishing : hasil amplasan,finishing,kehalusan ,kebersihan,keindahan,dan warna.
5. Spare part : Spare part kuningan,stenlis, kayu,dan assesoris lainnya.
6. Final check : Cek keseluruhan kayu,kontruksi ,finishing,intruksi assembling ,packing
7. Packaging : Print pada box,ukuran,gambar, cara membungkus dan kelengkapannya.
2. Bagian quality control memberikan tulisan status inspeksi pada produk ok dan tidaknya atau dengan persyaratan lain untuk informasi prosesselanjutnya.
3. Bagian quality control mencatat hasil inspeksi yang telah dilakukan dengan menandai atau tanda tangan sebagai pertanggung jawaban.
4. Bagian quality control memberikan laporan kepada atasan atas hasil inspeksi.
Demikian prosedur yang harus dilakukan dalam inspeksi di industri kayu dengan tidak melupakan form yang sesuai baik kartu inspeksi atau hasil inspeksi.Semua mengkondisikan pada tempat kita bekerja ,yang tentunya prosedur tersebut kita ambil pada umumnya .
Semoga tulisan ini bermaanfaat dan anda bisa menengok pada posting yang lain di blog saya.
Friday, November 17, 2017
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN SEBELUM KITA BERPRODUKSI
Yang harus kita lakukan awal kita berproduksi
Untuk melangkah pekerjaan apapun setiap jalan yang kita akan lalui tentunya sudah pada ba-
yangan atau sebuah gambaran sebagai petunjuk.Dengan demikian kita akan lebih tenang dan
nyaman untuk sampai tujuan.
Demikian untuk kita berproduksi tentunya juga harus punya pegangan atau langkah berjalan
yang punya arah dan alur yang jelas dan sistematik.Untuk itu kita harus punya standarisasi dalam proses produksi.
langkah yang kita susun tentunya mengacu pada urutan yang sesuai umumnya sebuah industri
yang mana setiap product lain-lain.Kita buat acuan dan alur yang orang membaca sudah diakui pada umumnya yang kita kenal dengan SOP atau standar operasional perusahaan.
Kemampuan setiap perusahaan lain-lain dengan mengkondisikan kebutuhan dan kesiapan alat
dukungan yang ada di produksi.
Tetapi step by step memenuhi standar umumnya sebuah produksi.Sebagai contoh adalah sebuah produksi furniture tentunya punya alur yang umum harus jalan.
Urutan kurang lebih seperti ini :
LOG--Pembahanan ---Klin Dry--Milling -Assembling-Sanding-Service-Finishing--Packing.
Dalam setiap step tentunya didukung dengan sistem administrasi dan Qualiti Control,beserta file atau form pendukungnya.Sehingga berjalan dengan fakta dan data yang akurat.
Tidak lupa juga dengan struktur organisasi dan komunikasi yang jelas.
Jika tahapan sudah semakin baik kita akan mempunyai standar ISO yang terorganisir dan terbukti secara legalitas sertifikasi.
Didalam industri kayu untuk yang ekspor sudah terbukti dengan adanya SVLK,FSC,TFT dan lain-lain sertifikasi produksi kayu hasil olahan.
Maka semua faktor ikut mendukung seperti sumber daya manusianya.
Alur proses sebaiknya memang menghilangkan ketidaksesuaian dan menyajikan pemenuhan
permintaan yang ada.Sehingga kedua belah pihak saling merasa percaya dan nyaman.
Subscribe to:
Posts (Atom)

