PROSEDUR QUALITY CONTROL /INSPEKSI PADA INDUSTRI MEUBEL.
Prosedur ini dibuat dengan tujuan untuk menstandartkan pelaksanaan inspeksi atau pengecekan yang sesuai dengan persyaratan dari pelanggan atau pembeli.Prosedur dibuat juga untuk memberi rasa kepercayaan dan kepuasan pelanggan.
Dengan adanya prosedur ini maka kita akan bisa menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan inspeksi yang mengarah kepada hasil produksi yang lebih baik.Tanggung jawab ini diberikan kepada para quality control /QC pada khususnya dan produksi pada umumnya.
Adapun prosedurnya antara lain :
1.Bagian Quality Control melakukan inspeksi produk dengan ketentuan sebagai berikut ;
1.Kualitas kayu : cek kelembaban ,keseragaman, jenis kayu (kayu putih,doreng ,alur minyak dan jenis mata kayu )
2. Kontruksi : Bentuk kontruksi,kerapian,kebersihan ,sistem assembling dan lainnya.
3. Dimensi : Ukuran secara umum dan detail sesuai patron atau sample.
4. Finishing : hasil amplasan,finishing,kehalusan ,kebersihan,keindahan,dan warna.
5. Spare part : Spare part kuningan,stenlis, kayu,dan assesoris lainnya.
6. Final check : Cek keseluruhan kayu,kontruksi ,finishing,intruksi assembling ,packing
7. Packaging : Print pada box,ukuran,gambar, cara membungkus dan kelengkapannya.
2. Bagian quality control memberikan tulisan status inspeksi pada produk ok dan tidaknya atau dengan persyaratan lain untuk informasi prosesselanjutnya.
3. Bagian quality control mencatat hasil inspeksi yang telah dilakukan dengan menandai atau tanda tangan sebagai pertanggung jawaban.
4. Bagian quality control memberikan laporan kepada atasan atas hasil inspeksi.
Demikian prosedur yang harus dilakukan dalam inspeksi di industri kayu dengan tidak melupakan form yang sesuai baik kartu inspeksi atau hasil inspeksi.Semua mengkondisikan pada tempat kita bekerja ,yang tentunya prosedur tersebut kita ambil pada umumnya .
Semoga tulisan ini bermaanfaat dan anda bisa menengok pada posting yang lain di blog saya.
Tuesday, November 28, 2017
Friday, November 17, 2017
APA YANG HARUS KITA LAKUKAN SEBELUM KITA BERPRODUKSI
Yang harus kita lakukan awal kita berproduksi
Untuk melangkah pekerjaan apapun setiap jalan yang kita akan lalui tentunya sudah pada ba-
yangan atau sebuah gambaran sebagai petunjuk.Dengan demikian kita akan lebih tenang dan
nyaman untuk sampai tujuan.
Demikian untuk kita berproduksi tentunya juga harus punya pegangan atau langkah berjalan
yang punya arah dan alur yang jelas dan sistematik.Untuk itu kita harus punya standarisasi dalam proses produksi.
langkah yang kita susun tentunya mengacu pada urutan yang sesuai umumnya sebuah industri
yang mana setiap product lain-lain.Kita buat acuan dan alur yang orang membaca sudah diakui pada umumnya yang kita kenal dengan SOP atau standar operasional perusahaan.
Kemampuan setiap perusahaan lain-lain dengan mengkondisikan kebutuhan dan kesiapan alat
dukungan yang ada di produksi.
Tetapi step by step memenuhi standar umumnya sebuah produksi.Sebagai contoh adalah sebuah produksi furniture tentunya punya alur yang umum harus jalan.
Urutan kurang lebih seperti ini :
LOG--Pembahanan ---Klin Dry--Milling -Assembling-Sanding-Service-Finishing--Packing.
Dalam setiap step tentunya didukung dengan sistem administrasi dan Qualiti Control,beserta file atau form pendukungnya.Sehingga berjalan dengan fakta dan data yang akurat.
Tidak lupa juga dengan struktur organisasi dan komunikasi yang jelas.
Jika tahapan sudah semakin baik kita akan mempunyai standar ISO yang terorganisir dan terbukti secara legalitas sertifikasi.
Didalam industri kayu untuk yang ekspor sudah terbukti dengan adanya SVLK,FSC,TFT dan lain-lain sertifikasi produksi kayu hasil olahan.
Maka semua faktor ikut mendukung seperti sumber daya manusianya.
Alur proses sebaiknya memang menghilangkan ketidaksesuaian dan menyajikan pemenuhan
permintaan yang ada.Sehingga kedua belah pihak saling merasa percaya dan nyaman.
Wednesday, November 15, 2017
SISTEM ADMINISTRASI PEMBUATAN KOMPONEN DI PEMBAHANAN
SISTEM ADMINISTRASI PEMBUATAN KOMPONEN DI PEMBAHANAN INDUSTRI FURNITURE .
Dalam pembuatan komponen rst di pembahanan harus tercatat untuk berkaitan dengan rendeman kayu dan kesesuaian jumlah order yang jalan. Ada beberapa step yang urut dan nyambung atau boleh dikatakan bisa di lacak balak.Alur administrasi yang sejalan sebagai berikut :
1. Ada surat perintah kerja bagian mal.
Supervisor menerima SPK dari Kepala Pembahanan untuk pembuatan order barang dengan seju-
mlah tertulis ,kemudian supervisor meyiapakan memo order tersebut dan menterjemahkan melalui
draf list dan mengalikan sesuai jumlah order.
2. Memo order untuk operator/pelaksana kerja
Dengan memo order operator mengambil mal yang sesuai draf list yang tentunya benar.
Operator melakukan pengemalan yang diawasi supervisornya.
3. Pencatatan hasil pengemalan
Operator melakukan pengemalan dan mencatat hasil sesuai dengan mengelompokan atau sesuai
dengan setting barang jadi dan jumlah tertera pada spk.Dengan ini secara otomatis kita juga catat
pemakain papan dari kode intern papan,setelah terkalkulasi bisa tahu rendeman kayu tersebut.
4. Pengelompokan dari beberapa hasil mal/ register palet
Pencatatan dari beberapa hasil mal dari beberapa operator untuk dikelompokan sesuai dengan
barang yang order jalan.Dari sini kita bisa tahu jumlah komponen sudah setting jumlah atau belum.
5. Identifikasi komponen sesuai order
Komponen yang sudah dikelompokan di beri kartu komponen yang tertera nama,order jumlah,
kebutuhan,ukuran kotor dan bersih ,tersedia kolom tgl proses dan afkiran dan tanda tangan opera-
tor.Kartu ini mengikuti sampai Gudang komponen untuk menunggu setting.
6. Surat Tanda Terima setiap penyerahan komponen
Dalam melakukan transaksi atau transfer komponen biasakan ada serah terima,ada tanda tangan .
7. Membuat monitoring hasil pembahanan.
Monitoring dibuat berdasarkan barang yang mau dikirim sesuai scedul pengiriman,atau jika peru-
sahaan menyesuaikan scedul container.
Demikian yang bisa tulis dan kami berharap teman pembaca bisa menambahkan terkait dengan kepen
tingan masing-masing industri meubelnya.Kami ini pakai acuan dari perusahaan tempat saya bekerja.
Trimakasih semoga bermanfaat.
Dalam pembuatan komponen rst di pembahanan harus tercatat untuk berkaitan dengan rendeman kayu dan kesesuaian jumlah order yang jalan. Ada beberapa step yang urut dan nyambung atau boleh dikatakan bisa di lacak balak.Alur administrasi yang sejalan sebagai berikut :
1. Ada surat perintah kerja bagian mal.
Supervisor menerima SPK dari Kepala Pembahanan untuk pembuatan order barang dengan seju-
mlah tertulis ,kemudian supervisor meyiapakan memo order tersebut dan menterjemahkan melalui
draf list dan mengalikan sesuai jumlah order.
2. Memo order untuk operator/pelaksana kerja
Dengan memo order operator mengambil mal yang sesuai draf list yang tentunya benar.
Operator melakukan pengemalan yang diawasi supervisornya.
3. Pencatatan hasil pengemalan
Operator melakukan pengemalan dan mencatat hasil sesuai dengan mengelompokan atau sesuai
dengan setting barang jadi dan jumlah tertera pada spk.Dengan ini secara otomatis kita juga catat
pemakain papan dari kode intern papan,setelah terkalkulasi bisa tahu rendeman kayu tersebut.
4. Pengelompokan dari beberapa hasil mal/ register palet
Pencatatan dari beberapa hasil mal dari beberapa operator untuk dikelompokan sesuai dengan
barang yang order jalan.Dari sini kita bisa tahu jumlah komponen sudah setting jumlah atau belum.
5. Identifikasi komponen sesuai order
Komponen yang sudah dikelompokan di beri kartu komponen yang tertera nama,order jumlah,
kebutuhan,ukuran kotor dan bersih ,tersedia kolom tgl proses dan afkiran dan tanda tangan opera-
tor.Kartu ini mengikuti sampai Gudang komponen untuk menunggu setting.
6. Surat Tanda Terima setiap penyerahan komponen
Dalam melakukan transaksi atau transfer komponen biasakan ada serah terima,ada tanda tangan .
7. Membuat monitoring hasil pembahanan.
Monitoring dibuat berdasarkan barang yang mau dikirim sesuai scedul pengiriman,atau jika peru-
sahaan menyesuaikan scedul container.
Demikian yang bisa tulis dan kami berharap teman pembaca bisa menambahkan terkait dengan kepen
tingan masing-masing industri meubelnya.Kami ini pakai acuan dari perusahaan tempat saya bekerja.
Trimakasih semoga bermanfaat.
Tuesday, November 14, 2017
ALUR PROSES PRODUKSI MEUBEL
ALUR PROSES PRODUKSI PADA INDUSTRI MEUBEL KAYU PADA UMUMNYA.
Urutan dari proses tersebut :
1. Log/kayu bulat
-pemilihan kayu/pembelian
-pembelahan log
2. Pemakaian papan
- penerimaan papan
- pemakaian papan
- pengemalan papan
- pemotongan papan/bandsaw/circle saw
3. Komponen RST
- Pembuatan komponen
- Penghitungan komponen
- pengontrolan kualitas /Qc
4. Klin dry/ Pengeringan komponen
- penataan komponen
- pengontrolan Mc komponen
- pengontrolan jalan klin dry
5. Proses milling
- penerimaan komponen
- proses produksi
- pengontrolan QC
- prioritas produksi
- permintaan dan penggantian afkiran /riject komponen
- setting komponen ( kelengkapan,qualitas dan warna )
6. Proses assembling /perakitan
- perakitan barang setengah jadi
- perlengkapan proses (hardware,kain,wifing dll.)
- pengontrolan QC
7. Pengamplasan /Sanding
- proses pengamplasan sesuai dengan p100-p250
- pengontrolan Qc
8. Proses Rustic/Finishing jika ada
- proses rustic
- pengontrolan QC
- proses finishing sesuai dengan step yang di minta
- pengontrolan Qc
9. Proses perpacking/ pengepakan
- Proses service barang
- proses service finising
- Pra packing
- Pengontrolan Qc
- kelengkapan packing ( hunteck,AI,logo ,Svlk dll. )
- pembungkusan dan box
10. Stuffing dan loading
- pengiriman barang ( lokal dan continer ,Lcl airfraight dll)
Demikian secara urutan proses produksi dan tentunya semua diikuti dengan sistem alur administrasi
prosesnya, yang mana semua mengacu dengan standart proses SOP perusahaan masing-masing.
Dalam hal ini kita coba buat alur produksi yang berstandart dan telah terbukti dari audit buyer dan
legalitas industri kayu seperti SVLK,TFT, FSC dan sistem ISO administrasinya.Secara garis besar sepertinya penulisan ini sudah baik,jika ada hal yang kecil belum terbacakan bisa disesuaikan di perusahaan masing-masing.Trimakasih .Mohon baca artikel dari blog saya materi yang lain.
Urutan dari proses tersebut :
1. Log/kayu bulat
-pemilihan kayu/pembelian
-pembelahan log
2. Pemakaian papan
- penerimaan papan
- pemakaian papan
- pengemalan papan
- pemotongan papan/bandsaw/circle saw
3. Komponen RST
- Pembuatan komponen
- Penghitungan komponen
- pengontrolan kualitas /Qc
4. Klin dry/ Pengeringan komponen
- penataan komponen
- pengontrolan Mc komponen
- pengontrolan jalan klin dry
5. Proses milling
- penerimaan komponen
- proses produksi
- pengontrolan QC
- prioritas produksi
- permintaan dan penggantian afkiran /riject komponen
- setting komponen ( kelengkapan,qualitas dan warna )
6. Proses assembling /perakitan
- perakitan barang setengah jadi
- perlengkapan proses (hardware,kain,wifing dll.)
- pengontrolan QC
7. Pengamplasan /Sanding
- proses pengamplasan sesuai dengan p100-p250
- pengontrolan Qc
8. Proses Rustic/Finishing jika ada
- proses rustic
- pengontrolan QC
- proses finishing sesuai dengan step yang di minta
- pengontrolan Qc
9. Proses perpacking/ pengepakan
- Proses service barang
- proses service finising
- Pra packing
- Pengontrolan Qc
- kelengkapan packing ( hunteck,AI,logo ,Svlk dll. )
- pembungkusan dan box
10. Stuffing dan loading
- pengiriman barang ( lokal dan continer ,Lcl airfraight dll)
Demikian secara urutan proses produksi dan tentunya semua diikuti dengan sistem alur administrasi
prosesnya, yang mana semua mengacu dengan standart proses SOP perusahaan masing-masing.
Dalam hal ini kita coba buat alur produksi yang berstandart dan telah terbukti dari audit buyer dan
legalitas industri kayu seperti SVLK,TFT, FSC dan sistem ISO administrasinya.Secara garis besar sepertinya penulisan ini sudah baik,jika ada hal yang kecil belum terbacakan bisa disesuaikan di perusahaan masing-masing.Trimakasih .Mohon baca artikel dari blog saya materi yang lain.
SISTEM ADMINISTRASI PEMBAHANAN DI INDUSTRI MEUBEL
Sistem dan alur administrasi/pendataan pembahanan di industri meubel
Pendataan pembahanan dalam industri meubelbisa kita bedakan menjadi 3 bagian :
-Pendataan papan
-Pendataan komponen
-Pendataan di Klin Dry
Kita akan coba uraikan di sini beberapa pendataan di pembahanan setelah pembelahan log :
1 Pendataan Papan.
1a. Penerimaan papan
Mencatat semua papan yang diterima dan kita beri kode tersendiri dari setiap papan untuk bisa membedakan dan lebih mudah pada waktu cek opname.
b. Pemakain papan
Mencatat semua papan yang dipakai dan berdasarkan kode yang tertera pada papan tersebut.
c. Stock opname
Mencatat sisa papan yang belum terpakai dan menata untuk dikelompokan sesuai ketebalan pa-
pan.Cek data antara penerimaan dan pemakaian papan.
d. Mengkalkulasi harga papan
Kita data sesuai harga papan yang diterima dan pemakaiannya ,apakah data tersebut sesuai de-
ngan estimasi yang kita buat dari order yang kita terima.Ambil rata-rata harga papan dan telah
masuk range atau tidak.
Demikian sistem pada pendataan papan di pembahanan,untuk itu kita bisa lakukan dengan sistem manual atau komputerisasi yaitu bisa kita buat program dari pembelian log,pembelahan dan pemakai-
an papan.Selanjutnya bisa kita nyambung dengan produksi mesin milling/proses komponen produksi.
Selanjutnya kita akan bertemu pada artikel tentang administrasi komponen di pembahanan.Selamat membacauntuk artikel blog saya berikutnya ,kita juga bisa membuatakan form yang dipakai sebagai
sampling. Trimakasih.
Pendataan pembahanan dalam industri meubelbisa kita bedakan menjadi 3 bagian :
-Pendataan papan
-Pendataan komponen
-Pendataan di Klin Dry
Kita akan coba uraikan di sini beberapa pendataan di pembahanan setelah pembelahan log :
1 Pendataan Papan.
1a. Penerimaan papan
Mencatat semua papan yang diterima dan kita beri kode tersendiri dari setiap papan untuk bisa membedakan dan lebih mudah pada waktu cek opname.
b. Pemakain papan
Mencatat semua papan yang dipakai dan berdasarkan kode yang tertera pada papan tersebut.
c. Stock opname
Mencatat sisa papan yang belum terpakai dan menata untuk dikelompokan sesuai ketebalan pa-
pan.Cek data antara penerimaan dan pemakaian papan.
d. Mengkalkulasi harga papan
Kita data sesuai harga papan yang diterima dan pemakaiannya ,apakah data tersebut sesuai de-
ngan estimasi yang kita buat dari order yang kita terima.Ambil rata-rata harga papan dan telah
masuk range atau tidak.
Demikian sistem pada pendataan papan di pembahanan,untuk itu kita bisa lakukan dengan sistem manual atau komputerisasi yaitu bisa kita buat program dari pembelian log,pembelahan dan pemakai-
an papan.Selanjutnya bisa kita nyambung dengan produksi mesin milling/proses komponen produksi.
Selanjutnya kita akan bertemu pada artikel tentang administrasi komponen di pembahanan.Selamat membacauntuk artikel blog saya berikutnya ,kita juga bisa membuatakan form yang dipakai sebagai
sampling. Trimakasih.
Monday, November 13, 2017
Sistem pembahanan dalam industri meubel di pabrik
SISTEM PEMBAHANAN DI PABRIK YANG TENTUNYA EFEKTIF DAN MENGUNTUNGKAN.
Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk mengoptimalkan bahan atau papan yang ada,
Dan tehnik serta insting di pemilihan bahan sangat menentukan optimal tidaknya bahan baku dalam
industri permeubelan.Rendeman kayu atau kayu yang bisa digunakan akan lebih tinggi.atau baik.
Hal yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Pemilihan papan yang sesuai dengan tebal dan lebar komponen yang dibuat.
Dalam hal ini kita harus menyesuaikan komponen yang dibuat jika lebar tentukan ambil papn yang
lebar dan bisa optimal jatuh harganya daripada kita memakai papan yang kurang lebar sehingga
banyak penumpukan papan atau rendeman jatuh.
2. Kita akan lebih efektif menggunakan sistem mal di papan.
Dalam membuat komponen kita buat mal dari lebar komponen (mal = bentuk komponen dari segi
lebar umumnya ).anggap kita melukis dengan alas papan kayu.
3. Pengemalan papan yang rapat.
Kita usahakan untuk mengemal pada papan serapat atau seoptimal mungkin sehingga didapatkan
hasil yang lebih banyak dan efektif, dan tidakterjadi penumpukan limbah papan.
4.Pembuatan komponen second priority/pelarian komponen
Dalam pengemalan disamping ada prioritas utama ada second prioritas dengan tujuan untuk meng-
optimalkan hasil pengemalan.Kita tidak akan terjadi penumpukan papan karena langsung habis ter-
pakai ( prosentase hasil tinggi )
5.Ketepatan memilih papan sesai dengan panjang pendeknya komponen.
Jadi untuk komponen yang pendek harusnya memakai papan yang pendek,atau komponen yang
pendek ikut dengan komponen yang panjang/pelarian.Tentunya permintaan komponen yang lebih
panjang diutamakan.
6.Kualitas kayu sesuai dengan permintaan ( standart kualitas )
Kita harus menyesuaikan kualitas sesuai dengan permintaan pasar atau pembeli yang masing-ma-
sing punya standart kualitas, tentunya kita yang harus panadai pandai mmengidentifikasikan se-
suai kualitasnya.Kita benar-benar melihat dengan jeli papan yang akan kita mal dari segi kualitas
Kita bisa bersihkan dulu papan yang akan dimal atau jika perlu diplanner tipis untuk bisa mema-
tikan kualitas papan.
7.Penyesuaian posisi komponen pada barang jadi.
Perlu kita bisa menempatkan komponen yang kita buat sesuai dengan letak/posisi komponen ter-
sebut pada barang jadi .Sehingga akan memposisikan atas bawah, depan belakang atau dari sisi
yang mana tampak tidaknya komponen tersebut.Jika perlu kita bawa sample barang jadi pada waktu
kita melakukan pembuatan produk tersebut.Dan tentunya pihak quality kontrol yang sering moni-
tor dan mengingatkan.
Begitulah pengalaman yang kudapatkan dari pabrik dimana saya bekerja,semoga ada gunanya buat
pembaca yang akan memulai industri sendiri meubel kayu.Tentu diblog lainnya kita juga akan buat
sistem administarasi atau prosedur pencatatannya yang sesuai dengan standart ISO dan legalitasnya
sudah teruji seperti SVLK,TFT dan FSC.Trimakasih atas waktunya untuk membuka blog saya dan
semoga kita berjumpa dengan artikel lain untuk produksi furniture yang standart pabrikan.
Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk mengoptimalkan bahan atau papan yang ada,
Dan tehnik serta insting di pemilihan bahan sangat menentukan optimal tidaknya bahan baku dalam
industri permeubelan.Rendeman kayu atau kayu yang bisa digunakan akan lebih tinggi.atau baik.
Hal yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Pemilihan papan yang sesuai dengan tebal dan lebar komponen yang dibuat.
Dalam hal ini kita harus menyesuaikan komponen yang dibuat jika lebar tentukan ambil papn yang
lebar dan bisa optimal jatuh harganya daripada kita memakai papan yang kurang lebar sehingga
banyak penumpukan papan atau rendeman jatuh.
2. Kita akan lebih efektif menggunakan sistem mal di papan.
Dalam membuat komponen kita buat mal dari lebar komponen (mal = bentuk komponen dari segi
lebar umumnya ).anggap kita melukis dengan alas papan kayu.
3. Pengemalan papan yang rapat.
Kita usahakan untuk mengemal pada papan serapat atau seoptimal mungkin sehingga didapatkan
hasil yang lebih banyak dan efektif, dan tidakterjadi penumpukan limbah papan.
4.Pembuatan komponen second priority/pelarian komponen
Dalam pengemalan disamping ada prioritas utama ada second prioritas dengan tujuan untuk meng-
optimalkan hasil pengemalan.Kita tidak akan terjadi penumpukan papan karena langsung habis ter-
pakai ( prosentase hasil tinggi )
5.Ketepatan memilih papan sesai dengan panjang pendeknya komponen.
Jadi untuk komponen yang pendek harusnya memakai papan yang pendek,atau komponen yang
pendek ikut dengan komponen yang panjang/pelarian.Tentunya permintaan komponen yang lebih
panjang diutamakan.
6.Kualitas kayu sesuai dengan permintaan ( standart kualitas )
Kita harus menyesuaikan kualitas sesuai dengan permintaan pasar atau pembeli yang masing-ma-
sing punya standart kualitas, tentunya kita yang harus panadai pandai mmengidentifikasikan se-
suai kualitasnya.Kita benar-benar melihat dengan jeli papan yang akan kita mal dari segi kualitas
Kita bisa bersihkan dulu papan yang akan dimal atau jika perlu diplanner tipis untuk bisa mema-
tikan kualitas papan.
7.Penyesuaian posisi komponen pada barang jadi.
Perlu kita bisa menempatkan komponen yang kita buat sesuai dengan letak/posisi komponen ter-
sebut pada barang jadi .Sehingga akan memposisikan atas bawah, depan belakang atau dari sisi
yang mana tampak tidaknya komponen tersebut.Jika perlu kita bawa sample barang jadi pada waktu
kita melakukan pembuatan produk tersebut.Dan tentunya pihak quality kontrol yang sering moni-
tor dan mengingatkan.
Begitulah pengalaman yang kudapatkan dari pabrik dimana saya bekerja,semoga ada gunanya buat
pembaca yang akan memulai industri sendiri meubel kayu.Tentu diblog lainnya kita juga akan buat
sistem administarasi atau prosedur pencatatannya yang sesuai dengan standart ISO dan legalitasnya
sudah teruji seperti SVLK,TFT dan FSC.Trimakasih atas waktunya untuk membuka blog saya dan
semoga kita berjumpa dengan artikel lain untuk produksi furniture yang standart pabrikan.
Friday, November 10, 2017
Pemilihan log dalam industri meubel berpengaruh nilai jual
Pemilihan log/kayu bulat dalam industri meubel berpengaruh dengan nilai jual barang .
1. Dalam pemilihan kayu log harganya waktu beli harus mnyesuaikan.
Harga harus meyesuaikan dengan barang /komponen yang akan diproduksi.
Untuk kayu jati asal Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan kayu rakyat
atau kayu kampung mempunyai nilai yang berbeda.Pengalaman yang saya
miliki kayu dari Jawa Tengah (Randublatung,Cepu ) nilai jual lebih tinggi di
bandingkan dengan kayu dari daerah lain.Dan nilai jual yang terendah dari
kayu rakyat.Selisih harga menentukan harga barang jadi yang diproduksi.
Atau sebaliknya kita piih asal kayu menyesuaikan harga barang dari pembeli
yang sudah ditentukan.
2. Harga log dari hutan yang bersertifikat.
Harga barang dari pabrikan ada yang dipengaruhi dari asal kayu yang ber serti
fikat FSC ataupun dulu ada TFT atau yang lain.Kayu yang bersertifikasi di ha-
rapkan ada jaminan legalitas yang kuat dan asal kayu bisa kita lacak balak.
dengan demikian merupakan nilai plus dari barang yang diproduksi.Karena
pembeli akan merasa lebih nyaman dengan adanya perlindungan dan pelestarian
hutan.
3. Bentuk log dengan serat yang teratur dan banyak mata atau doreng.
Bentuk log yang dimaksud disini utamakan pada diameter dan lingkaran tahun.
Untuk ini kita harus memilih log yang bulat sempurna dan tidak banyak tonjolan
di sepanjang log ,Karena akan membuat arah serat yang tidak teratur atau banyak
serat kembang dan mata mati. Untuk yang serat kembang atau banyak mata mati
atau hidup digunakan barang yang finishing sedangkan yang searah dan teratur di
gunakan untuk natural /fine sanded.
Demikian juga untuk kayu yang doreng atau banyak warna hitam ,coklat gelap,
lurik-lurik diarahkan untuk yang finishing tebal atau warna sehingga tidak tampak.
Semua itu akan menentukan nilai jual barang serta ketepatan bahan baku.
4. Panjang dan pendek log sesuaikan dengan kebutuhan komponen atau bentuk barang.
Kita memilih log panjang tentunya untuk barang dengan ukuran panjang pula ,
begitu yang pendek kita ikut dengan ukuran yang panjang /pelarian .Sehingga kita
akan dapatkan barang sesuai dengan harga log yang minimal atau rendemen baik.
Kita akan bisa lebih nyaman dalam menentukan harga jual barang.
5. Besar dan kecil diameter log menetukan tebal dan lebar komponen.
Besarnya diameter tentunya harga log mahal dan harusnya untuk komponen yang
lebar dan tebal yang nilai volumenya besar sangat berpengaruh dengan harga barang.
Dan tentunya komponen yang kecil ukurannya bisa menggunakan log berdiameter
yang kecil pula.Jika anda salah memilih maka rendemen kayu akan jelek dan bisa
merugikan industri kita.Kalau sudah over biaya produksi otomatis kita kesulitan un-
menjual barang tersebut karena harga barang yang tinggi.
Friday, November 3, 2017
Cara memilih kayu log/bulat dan penggergajiannya yang baik dari sistem pabrik
Yang penting untuk diketahui cara memilih kayu bulat untuk mendapatkan hasil yang optimal :
1.Pilih yang bentuknya /diameter bulat.
Dalam hal ini kita ambil yang bulatnya mendekati sempurna seperti tabung pvc/pralon.
Kadang ada kayu yang gepeng atau lonjong dan bahkan seperti buah blimbing yang
mana tidak menghasilkan volume kayu yang maksimal. Sehingga kayu yang bulat sem-
purna akan lebih maksimal pemanfaatannya karena volume lebih banyak.
2. Pilih kayu yang tidak banyak lubang serangga.
Kayu yang banyak lubang dimungkinkan masih ada hewan yang tinggal di dalam dan
dimungkinkan rentan terhadap rayap dan penumpukan bubuk kayu.
3. Kayu yang tidak banyak mata cabang dan banyak gundukan.
Kalau kita belah akan banyak serat patah atau kembang dan banyak mata kayu.kayu akan
mudah patah,ceplong atau berlubang.
4. Pilih kayu yang lebih sedikit kadar air atau tingkat kebasahan sedikit.
Kayu yang kadar air rendah akan lebih sedikit penyusutannya atau retak dan mudah pecah
saat di penggergajian.Kayu yang dari hutang kecenderungan kadar air sedikit dari pada
kayu rakyat /kayu kampung.
5.Pilih kayu yang sesuai kebutuhan produks.
Untuk hasil olahan ditentukan dari panjang-pendeknya dan besar kecilnya diameter.
Sawmill / penggergajian kayu
Yang perlu diperhatikan diwaktu kita menggergajian /membelah kayu log :
1. Kayu log dibelah sesuai dengan kebutuhan tebal papan yang dsesuaikan dengan ukuran
komponen yang akan dibuat.
2. Cara membelah log harus dengan teliti dan perhatikan bentuk serat yang dihasilkan akan
tampak searah dan melihat segi posisi komponen yang diinginkan.
3. Hitungan yang tepat untuk pembagian nya tebal tipisnya papan sehingga hasi yang mak-
simaldan pemakaian yang optimal.
4. Ambil ukuran log yang panjangnya sesuai kebutuhan
Panjang log yang dibelah sesuaikan dengan kebutuhan komponen, untul komponen yang
pendek jangan belah yang log panjang jadi pakai ukuran kebutuhan yang terpanjang dan
untuk yang pendek angka ikut tidak dianggarkan dalam istilah pembahanan pabrik adalah
pelarian saja.
Itu yang bisa kita sampaikan semoga bermaanfaat pada teman pembaca yang akan usaha perkayuan
Kita akan lanjutkan nanti untuk alur produksi berikutnya. Kita tulis ini dari pengalaman saya di se-
buah industri furniture pabrik sebagai acuannya. terimakasih atas semuanya.
1.Pilih yang bentuknya /diameter bulat.
Dalam hal ini kita ambil yang bulatnya mendekati sempurna seperti tabung pvc/pralon.
Kadang ada kayu yang gepeng atau lonjong dan bahkan seperti buah blimbing yang
mana tidak menghasilkan volume kayu yang maksimal. Sehingga kayu yang bulat sem-
purna akan lebih maksimal pemanfaatannya karena volume lebih banyak.
2. Pilih kayu yang tidak banyak lubang serangga.
Kayu yang banyak lubang dimungkinkan masih ada hewan yang tinggal di dalam dan
dimungkinkan rentan terhadap rayap dan penumpukan bubuk kayu.
3. Kayu yang tidak banyak mata cabang dan banyak gundukan.
Kalau kita belah akan banyak serat patah atau kembang dan banyak mata kayu.kayu akan
mudah patah,ceplong atau berlubang.
4. Pilih kayu yang lebih sedikit kadar air atau tingkat kebasahan sedikit.
Kayu yang kadar air rendah akan lebih sedikit penyusutannya atau retak dan mudah pecah
saat di penggergajian.Kayu yang dari hutang kecenderungan kadar air sedikit dari pada
kayu rakyat /kayu kampung.
5.Pilih kayu yang sesuai kebutuhan produks.
Untuk hasil olahan ditentukan dari panjang-pendeknya dan besar kecilnya diameter.
Sawmill / penggergajian kayu
Yang perlu diperhatikan diwaktu kita menggergajian /membelah kayu log :
1. Kayu log dibelah sesuai dengan kebutuhan tebal papan yang dsesuaikan dengan ukuran
komponen yang akan dibuat.
2. Cara membelah log harus dengan teliti dan perhatikan bentuk serat yang dihasilkan akan
tampak searah dan melihat segi posisi komponen yang diinginkan.
3. Hitungan yang tepat untuk pembagian nya tebal tipisnya papan sehingga hasi yang mak-
simaldan pemakaian yang optimal.
4. Ambil ukuran log yang panjangnya sesuai kebutuhan
Panjang log yang dibelah sesuaikan dengan kebutuhan komponen, untul komponen yang
pendek jangan belah yang log panjang jadi pakai ukuran kebutuhan yang terpanjang dan
untuk yang pendek angka ikut tidak dianggarkan dalam istilah pembahanan pabrik adalah
pelarian saja.
Itu yang bisa kita sampaikan semoga bermaanfaat pada teman pembaca yang akan usaha perkayuan
Kita akan lanjutkan nanti untuk alur produksi berikutnya. Kita tulis ini dari pengalaman saya di se-
buah industri furniture pabrik sebagai acuannya. terimakasih atas semuanya.
Thursday, November 2, 2017
Kenapa memilih kayu jati dijadikan bahan meubel atau bangunan.
Kenapa banyak orang memilih kayu untuk bahan meubel atau buat bangunan memakai kayu jati ?
Ada beberapa faktor dari kayu jati yang jadi pilihan :
1. Kayu jati tahan terhadap hama serangga atau hewan pemakan jenis kayu.
2. Kayu jati tahan terhadap extrim ataupun perubahan cuaca dan musim.
3. Kayu jati lebih kuat dan keawetan yang lebih baik karena tanaman butuh lingkaran tahun
yang panjang bisa ratusan tahun.
4. Serat dan teksturnya yang indah dan elegan di tambah dengan kelangkaan kayu yang ada.
Demikian faktor-faktor yang menjadikan kayu jati jadi pilihan hingga harga kayu yang mahal sekali
dan orang Eroupa dan Amerika serta negara lainnya menjadikan kayu jati menjadi sesuatu yang elite
di gunakan.Lihat dan kita berkunjung di pameran meubel di Jakarta,Singapore dan Spoga di Jerman
akan banyak pajangan pameran dari bahan kayu jati.
Demikian yang bisa saya tulis dari pengalaman saya di perusahaan furniture selama saya terima buyer atau permintaan market yang ada.
Ada beberapa faktor dari kayu jati yang jadi pilihan :
1. Kayu jati tahan terhadap hama serangga atau hewan pemakan jenis kayu.
2. Kayu jati tahan terhadap extrim ataupun perubahan cuaca dan musim.
3. Kayu jati lebih kuat dan keawetan yang lebih baik karena tanaman butuh lingkaran tahun
yang panjang bisa ratusan tahun.
4. Serat dan teksturnya yang indah dan elegan di tambah dengan kelangkaan kayu yang ada.
Demikian faktor-faktor yang menjadikan kayu jati jadi pilihan hingga harga kayu yang mahal sekali
dan orang Eroupa dan Amerika serta negara lainnya menjadikan kayu jati menjadi sesuatu yang elite
di gunakan.Lihat dan kita berkunjung di pameran meubel di Jakarta,Singapore dan Spoga di Jerman
akan banyak pajangan pameran dari bahan kayu jati.
Demikian yang bisa saya tulis dari pengalaman saya di perusahaan furniture selama saya terima buyer atau permintaan market yang ada.
Subscribe to:
Comments (Atom)





